Senin, 26 September 2016

MR

Nama               : Muhammad Riduan
NPM                : 163112351550112
Jurusan            : Ilmu Administrasi Negara
Mata Kuliah    : Bahasa Indonesia
E-mail              : Ridwanviruzz@gmail.com
 

Tugas !
-          Perkenalan diri atau bercerita tentang perjalanan hidup sekurangnya 800 kata !

Jawab :

“Muhammad Riduan”
Nama Saya Muhammad Riduan, Saya lahir di kota Metro Provinsi Lampung pada tanggal 07 April 1998, Bersuku Minang atau lebih tepatnya Bukittinggi, Sumatra barat.
Saya merupakan Anak Bungsu dari empat Saudara Kandung, Pertama Abang Saya yang sekarang sudah menikah dan sekarang tinggal di Kota Jakarta, Kedua kakak perempuan Saya (Uni) biasa Saya memanggil nya, Uni Saya sudah mempunyai Suami dan 2 orang Anak yang berjenis kelamin laki laki semua, Selanjutnya kakak laki-laki Saya (Abang) yang berbeda umur dengan Saya hanya dua tahun. 
Dia sekarang telah menjadi Imam untuk Keluarga nya, dan Menantu bagi Mertua nya.
Ayah Saya seseorang yang dewasa dan bijaksana, Ayah Saya bersuku Minang dan sekarang tinggal Lampung atau lebih tepat nya Kota Metro, Bersama Ibu Saya yang perhatian nya selalu adil untuk setiap Anak-Anaknya. Rumah Orang tua Saya beralamat Jalan Cut Nyak Dien No. 12 Kelurahan Imopuro Kecamatan Metro Pusat Provinsi Lampung.
Saya merupakan Seorang yang sedang menumpang atau meranutau di Kota Jakarta ini yang sekarang tinggal di Jalan Sejajar Rel Kampung Lio di daerah Depok Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas. Saya tinggal bersama Paman Saya dan Sepupu Saya yang juga menempuh Pendidikan Perguruan Tinggi Di Ibukota Indonesia ini. Saya di Depok sudah sekitar 3 bulan.
Hobi Saya  sama dengan Abang Kedua Saya yakni Berolahraga seperti : Futsal, Renang, Volly, Bulu Tangkis dan lain-lainnya yang dapat mengeluarkan keringat. Selain itu Saya juga sering membaca buku, menonton film, dan mendengarkan musik.
Saya juga senang menjadi Pencinta Alam, Pengalam Mendaki Gunung Pertama Saya ialah mendaki Gunung Singgalang yang ketinggiannya 3789 Meter diatas permukaan laut dan tempatnya ialah di kampung halaman Ayah Saya dan ibu Saya tepatnya di Bukittinggi, Sumatra Barat.  Bagi Saya liburan yang mempunyai tantangan ialah Mendaki Gunung karna di saat kita mendaki kita dapat mendapatkan tantangan yang cukup berat seperti Jalur pendakian yang mempunyai banyak cAbang, jalan pendakian yang licin, berbatu-batu, dan lintasan yang mendaki seperti kita manjat tebing, namun di gunung singgalang pegangan nya hanya pohon-pohon yang memiliki lumut yang sangat licin sehingga kita harus ekstra hati-hati dalam mencapai pegangan itu
Saya menempuh Pendidikan pertama pada usia Lima tahun di Taman KAnak-kAnak Al-Jihad di dekat rumah Saya, Setelah tamat dari TK Saya melanjutkan Pendidikan di bangku Sekolah Dasar yang tempat nya tidak jauh dari kediaman Saya dan Keluarga Saya, Setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD) selanjutnya Saya masuk pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang tempat nya sedikit jauh dari rumah Saya, Saya berangkat ke sekolah dengan menggunakan Angkutan Umum yang tarif nya pada masa itu hanya sekitar Rp. 2. 000 (dua ribu rupiah), Di saat SMP Saya mulai mengerti banyak hal dari hal yang baik maupun hal yang buruk, seperti : Pengalaman menjadi anggota OSIS (Organsasi Intra Sekolah) yang sangat sibuk sehingga sering izin kepada guru, Teman-teman yang kompak dalam mengerjakan tugas kelompok, Teman-teman yang malas mendengarkan di saat jam pelajaran, dan dimarahi oleh guru karna tidak mengerjakan tugas.
Setelah SMP (Sekolah Menengah Pertama) Saya lulus dengan rasa haru dan dengan cara Mewarnai baju yang merupakan kebiasaan siswa siswi SMP, Setelah lulus SMP Saya mendaftarkan diri pada jenjang Pendidikan Menengah Atas yang berada tidak jauh dari SMP tempat Saya, yang jaraknya mungkin kurang dari 1 KM.
 Setelah lulus SMA (Sekolah Menengah Atas) Saya sibuk mendaftar untuk masuk  Perguruan Tinggi Negeri yang Saya impikan saat SMA (Sekolah Menengah Atas) Saya memulai langkah masuk kuliah dengan mendaftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yakni jalur Rapot atau Tanpa tes, pada saat SNMPTN Saya mendaftar pada Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulloh, Di saat Saya menunggu pengumuman SNMPTN Saya belajar lebih aktif untuk mendaftar pada seleksi selanjutnya yakni SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri) saat pengumunan SNMPTN Saya di nyatakan gagal, dan setelah itu Saya makin giat belajar untuk SBMPTN yang di laksAnakan di Universitas Lampung tempat yang menurut Saya dekat dengan rumah Saya, Pada saat SBMPTN Saya memilih Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang sama pada SNMPTN. Saya pergi tes bersama teman-teman Saya yang berbeda sekolah dengan Saya dan saat tes itu dimulai Saya mengerjakan soal-soal SBMPTN dengan Maksimal mungkin namun Saya juga gagal dalam Seleksi ini.
Setelah Seleksi Bersama, Saya ikuti dan ternyata gagal Saya tetap berjuang masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan Tes Seleksi Mandiri, pada seleksi mandiri Saya hanya mendaftar pada Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta yang jumlah peserta tes nya ribuan calon mahasiswa, dan ternyata pada tes seleksi mandiri ini Saya harus menerima kenyataan bahwa Saya belum mampu memenangi kompetisi antara ribuan calon mahasiswa tersebut, setelah mengalami banyak kegagalan Saya tidak ikut putus asa, Saya mendaftarkan diri dengan jalur tanpa tes yakni memakaai nilai-nilai semester Saya pada waktu SMA(Sekolah Menengah Atas) pada perguruan Swasta seperti Universitas Trisakti, dan Universitas Bakrie.
Pada Universita Trisakti Saya mendapatkan surat yang dikirim via email yakni menyatakan bahwa Saya di terima, dan juga pada Universitas Bakrie yang memberi info dengan menghubungi Saya memberi kabar bahwa Saya di terima pada Universitas Bakrie.
Namun Saya mempertimbangkan kembali untuk mengambil Sarjana pada Universitas-Universitas tersebut, hal-hal yang Saya petimbangkan mulai dari Materi, Transportasi dan Profil Kampus tersebut.
Saya pikir di Universitas Trisakti Akreditasinya baik, dan juga banyak lulusan terkenal dari Universitas tersebut, namun jarak dari tempat Saya cukup jauh dan juga biaya cukup mahal.
Selanjutnya di Universitas Bakrie Saya belum banyak info dari kampus tersebut dan jaraknya juga cukup jauh dari tempat Saya.
Pada saat  itu pula Saya mencoba mencari tahu tentang kampus-kampus yang dekat dengan tempat Saya, Saya menemukan kampus itu yakni tempat Saya mengambil Sarjana di Universitas Nasional. Saya mencoba dengan mebaca “Bismillah” untuk mendaftar di kampus ini. Saya melakukan berbagai tes untuk masuk kampus UNAS (Universitas Nasional)  ini ,mulai dari tes tertulis, tes wawancara, dan tes urine.
Saya melakukan semua tes dengan baik dan Saya bersuyuk karna nama Saya tercantum LULUS pada saat Saya membuka pengumuman di web Unas.ac.id
Dunia Perkuliahan Saya di Universitas Nasional di mulai dengan Kegiatan Character Building (Pendidikan Karakter) kegiatan ini merupakan kegiatan pengganti dari OSPEK dan menurut Saya kegiatan ini cukup bermanfaat karna belum tentu di Universitas lain terdapat kegiatan seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar