NPM :
163112351550112
Jurusan :
Ilmu Administrasi Negara
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
E-mail :
Ridwanviruzz@gmail.com
Tugas !
-
Perkenalan diri atau bercerita tentang perjalanan hidup
sekurangnya 800 kata !
Jawab :
“Muhammad
Riduan”
Nama Saya Muhammad Riduan, Saya lahir di kota Metro Provinsi
Lampung pada tanggal 07 April 1998, Bersuku Minang atau lebih tepatnya
Bukittinggi, Sumatra barat.
Saya merupakan Anak Bungsu dari empat Saudara Kandung,
Pertama Abang Saya yang sekarang sudah menikah dan sekarang tinggal di Kota
Jakarta, Kedua kakak perempuan Saya (Uni) biasa Saya memanggil nya, Uni Saya
sudah mempunyai Suami dan 2 orang Anak yang berjenis kelamin laki laki semua,
Selanjutnya kakak laki-laki Saya (Abang) yang berbeda umur dengan Saya hanya
dua tahun.
Dia sekarang telah menjadi Imam untuk Keluarga nya, dan Menantu bagi
Mertua nya.
Ayah Saya seseorang yang dewasa dan bijaksana, Ayah Saya
bersuku Minang dan sekarang tinggal Lampung atau lebih tepat nya Kota Metro, Bersama
Ibu Saya yang perhatian nya selalu adil untuk setiap Anak-Anaknya. Rumah Orang
tua Saya beralamat Jalan Cut Nyak Dien No. 12 Kelurahan Imopuro Kecamatan Metro
Pusat Provinsi Lampung.
Saya merupakan Seorang yang sedang menumpang atau meranutau
di Kota Jakarta ini yang sekarang tinggal di Jalan Sejajar Rel Kampung Lio di
daerah Depok Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas. Saya tinggal bersama
Paman Saya dan Sepupu Saya yang juga menempuh Pendidikan Perguruan Tinggi Di
Ibukota Indonesia ini. Saya di Depok sudah sekitar 3 bulan.
Hobi Saya sama dengan
Abang Kedua Saya yakni Berolahraga seperti : Futsal, Renang, Volly, Bulu
Tangkis dan lain-lainnya yang dapat mengeluarkan keringat. Selain itu Saya juga
sering membaca buku, menonton film, dan mendengarkan musik.
Saya juga senang menjadi Pencinta Alam, Pengalam Mendaki
Gunung Pertama Saya ialah mendaki Gunung Singgalang yang ketinggiannya 3789
Meter diatas permukaan laut dan tempatnya ialah di kampung halaman Ayah Saya
dan ibu Saya tepatnya di Bukittinggi, Sumatra Barat. Bagi Saya liburan yang mempunyai tantangan
ialah Mendaki Gunung karna di saat kita mendaki kita dapat mendapatkan
tantangan yang cukup berat seperti Jalur pendakian yang mempunyai banyak cAbang,
jalan pendakian yang licin, berbatu-batu, dan lintasan yang mendaki seperti
kita manjat tebing, namun di gunung singgalang pegangan nya hanya pohon-pohon
yang memiliki lumut yang sangat licin sehingga kita harus ekstra hati-hati
dalam mencapai pegangan itu
Saya menempuh Pendidikan pertama pada usia Lima tahun di
Taman KAnak-kAnak Al-Jihad di dekat rumah Saya, Setelah tamat dari TK Saya
melanjutkan Pendidikan di bangku Sekolah Dasar yang tempat nya tidak jauh dari
kediaman Saya dan Keluarga Saya, Setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD)
selanjutnya Saya masuk pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang tempat nya
sedikit jauh dari rumah Saya, Saya berangkat ke sekolah dengan menggunakan
Angkutan Umum yang tarif nya pada masa itu hanya sekitar Rp. 2. 000 (dua ribu
rupiah), Di saat SMP Saya mulai mengerti banyak hal dari hal yang baik maupun
hal yang buruk, seperti : Pengalaman menjadi anggota OSIS (Organsasi Intra
Sekolah) yang sangat sibuk sehingga sering izin kepada guru, Teman-teman yang
kompak dalam mengerjakan tugas kelompok, Teman-teman yang malas mendengarkan di
saat jam pelajaran, dan dimarahi oleh guru karna tidak mengerjakan tugas.
Setelah SMP (Sekolah Menengah Pertama) Saya lulus dengan
rasa haru dan dengan cara Mewarnai baju yang merupakan kebiasaan siswa siswi
SMP, Setelah lulus SMP Saya mendaftarkan diri pada jenjang Pendidikan Menengah
Atas yang berada tidak jauh dari SMP tempat Saya, yang jaraknya mungkin kurang
dari 1 KM.
Setelah lulus SMA
(Sekolah Menengah Atas) Saya sibuk mendaftar untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri yang Saya impikan
saat SMA (Sekolah Menengah Atas) Saya memulai langkah masuk kuliah dengan
mendaftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yakni jalur
Rapot atau Tanpa tes, pada saat SNMPTN Saya mendaftar pada Universitas Negeri
Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulloh, Di saat Saya menunggu
pengumuman SNMPTN Saya belajar lebih aktif untuk mendaftar pada seleksi
selanjutnya yakni SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri) saat
pengumunan SNMPTN Saya di nyatakan gagal, dan setelah itu Saya makin giat
belajar untuk SBMPTN yang di laksAnakan di Universitas Lampung tempat yang
menurut Saya dekat dengan rumah Saya, Pada saat SBMPTN Saya memilih Universitas
Negeri Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang sama pada
SNMPTN. Saya pergi tes bersama teman-teman Saya yang berbeda sekolah dengan Saya
dan saat tes itu dimulai Saya mengerjakan soal-soal SBMPTN dengan Maksimal
mungkin namun Saya juga gagal dalam Seleksi ini.
Setelah Seleksi Bersama, Saya ikuti dan ternyata gagal Saya
tetap berjuang masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan Tes Seleksi Mandiri, pada
seleksi mandiri Saya hanya mendaftar pada Universitas Islam Negri Syarif
Hidayatullah Jakarta yang jumlah peserta tes nya ribuan calon mahasiswa, dan
ternyata pada tes seleksi mandiri ini Saya harus menerima kenyataan bahwa Saya
belum mampu memenangi kompetisi antara ribuan calon mahasiswa tersebut, setelah
mengalami banyak kegagalan Saya tidak ikut putus asa, Saya mendaftarkan diri
dengan jalur tanpa tes yakni memakaai nilai-nilai semester Saya pada waktu
SMA(Sekolah Menengah Atas) pada perguruan Swasta seperti Universitas Trisakti,
dan Universitas Bakrie.
Pada Universita Trisakti Saya mendapatkan surat yang dikirim
via email yakni menyatakan bahwa Saya di terima, dan juga pada Universitas
Bakrie yang memberi info dengan menghubungi Saya memberi kabar bahwa Saya di
terima pada Universitas Bakrie.
Namun Saya mempertimbangkan kembali untuk mengambil Sarjana
pada Universitas-Universitas tersebut, hal-hal yang Saya petimbangkan mulai
dari Materi, Transportasi dan Profil Kampus tersebut.
Saya pikir di Universitas Trisakti Akreditasinya baik, dan
juga banyak lulusan terkenal dari Universitas tersebut, namun jarak dari tempat
Saya cukup jauh dan juga biaya cukup mahal.
Selanjutnya di Universitas Bakrie Saya belum banyak info
dari kampus tersebut dan jaraknya juga cukup jauh dari tempat Saya.
Pada saat itu pula Saya
mencoba mencari tahu tentang kampus-kampus yang dekat dengan tempat Saya, Saya
menemukan kampus itu yakni tempat Saya mengambil Sarjana di Universitas
Nasional. Saya mencoba dengan mebaca “Bismillah” untuk mendaftar di kampus ini.
Saya melakukan berbagai tes untuk masuk kampus UNAS (Universitas Nasional) ini ,mulai dari tes tertulis, tes wawancara,
dan tes urine.
Saya melakukan semua tes dengan baik dan Saya bersuyuk karna
nama Saya tercantum LULUS pada saat Saya membuka pengumuman di web Unas.ac.id
Dunia Perkuliahan Saya di Universitas Nasional di mulai
dengan Kegiatan Character Building (Pendidikan Karakter) kegiatan ini merupakan
kegiatan pengganti dari OSPEK dan menurut Saya kegiatan ini cukup bermanfaat
karna belum tentu di Universitas lain terdapat kegiatan seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar